Pusat perdagangan di masa edo

Bus membawa saya melalui jalan yang tidak terlalu lebar dan tergolong sepi di Kurashiki, perfektur okayama, jepang, kota ini bisa dicapai dari Tokyo dengan penerbangan sekitar 1 jam 20 menit atau dengan kereta api kurang lebih 4 jam. Memasuki area parkir,saya langsung melonjak kegirangan . tepat di seberang area parker , sebuah rumah lawas tampak , itu salah satu bangunan tuanya, ujar sang pemandu rombongan media yang digawangi japan national tourism organization dan cathay pacific, ahaa pagi itu saya dan rekan akan kembali ke masa edo dengan menyusuri kawasan bersejarah Kurashiki bikan.

Kini Colomadu dalam persimpangan

Kini colomadu berada di persimpangan .satu sisi menuntut pelestarian sejarah , tapi di sisi menuntut pelestarian sejarah , tapi di sisi lain lahan kosong yang didiamkan menjadi kontraproduktif. Walhsil kini hanya bisa menunggu . Semoga ada jalan tengah agar penghargaan pada masa lalu dapat bersanding dengan urusan ekonomi di masa depan. Klise memang tapi berharap pada yang terbaik tentunya tak pernah keliru.

Rumah Kepala Masinis Lori Jaman Dulu

Yang tersisa sekarang hanya bangunan utama pabrik dan beberapa bangunan berselimut ilalang seperti garasi lori menara air rumah kepala masinis lori dan ndalem besaran. Yang disebut terakhir ialah rumah kepala administrator alias direktur . Griya besar ini baru saja menjalani perbaikan dalam rangka syuting sebuah film . Bangunan ini lebih mujur dari pada deretan rumah tak terurusĀ  di depan pabrik . bagian dalam pabrik juga tidak lebih baik . besi rongsokan dan serpihan material adalah warisan utama sekaligus saksi bisu kejayaan yang pernah direngkuh. Ingar binger dan riuh masa lalu, dingin dan sepi masa kini . lebih mirip lokasi uji nyali.

Kelangkaan onderdil jadi masalah

Usia uzur mereduksi daya dua bersaudara pabrik gula itu. Kelangkaan onderdil dan mahalnya biaya perawatan ,membuat salah satunya harus harus dikorbankan .colomadu terpilih karena luas lahan tebu di sekitarnya menciut drastic . mayoritas berubah menjadi sawah dan pemukiman . Musim giling teakhir pada 1997 adalah pamungkas . Setelah itu banyak mesin dibongkar dan di bawa ke tasik madu sebagai suku cadang.

Colomadu sempat di kelola VOC

Sayangnya mangkunegara V yang bertahta pada 1881-1896 tak selihai pendahulunya. Beberapa cerita menyebutkan ia bukan raja yang cakap. Yang lain menganggapnya sebagai hedonis penghambur harta. Bahkan colomadu yang menjadi asset kerajaan sempat di kelolaVOC untuk membayar utang. Misi penyelamatan pun di gelar.Mangkunegaran VI yang berkuasa pada 1896-1916 melakukan penghematan akbar. Upah pekerja dipotong. Konon ia sendiri juga memotong haknya sampai nyaris setengah . Kontoversial , ternyata keputusan itu jitu . colo madu tak lagi tercekik utang.

Tasikmadu pabrik Gula

Sebagai balas jasanya , setiap tahun di gelar cengbeng-tradisi ziarah dan jamasan makam sang selir sebelum memulai musim giling . hal ni yang sama juga dilakukan pada monument mangkunegara IV yang berdri di depan gerbang pabrik. Colomadu mulai berproduksi dua tahun setelah berdiri. Waduk cengklik yang berjarak 10 kilometer barat laut pabrik lah yang mengairi lahan tebu di sekitarnya, Manisnya colomadu menggoda sang empunya sehingga sebuah suiker fabriek didirikan lagi pada 1871 yang berlabel tasikmadu, yang juga masih dikaranganyar

Pusara Nyi Pulungsih

Padahal ada pusara Nyi pulungsih di tengah perkampungan, tak jauh dari pabrik . Ia adalah salah satu selir KGPAA mangkunegara IV yang bertahta pada 1853-1881. Sang selir diyakini berperan penting , terutama untuk urusan finansial, dalam membantu suami mendirikan agroindustri itu pada 1861. Dikenal sebagai perempuan keturunan cina , ia tidak diketehui nama lahirnya. Colomadu adalah nama yang disematkan raja yang berarti limpahan madu . Orang jawa di masa itu lazim mengidentikkan rasa manis dengan sebutan madu.

Colomadu tak semanis dulu

Isu yang berembus , colomadu akan diratakan , dan sebuah superblock modern siap menggantikannya. Pabrik gula ini sebenarnya sudah berhenti roda mesinnya hampir dua dekade lalu ketika diputuskan untuk tak lagi beroperasi. Kini angunan yang tersisapun terancam hal yang sama. Pabrik yang terletak di kabupaten karanganyar , jawa tengah ini tengah menunggu keruntuhannya untuk kedua kalinya.