Kuil yang berbeda arsitektur

Kehadiran tamu secara tidak langsung memutar roda perekonomian di desa agraris ini. Meski demikian keberadaan pelancong asing tak mengusik kearifan budaya yang terpelihara kekal. Kuil tetap penuh didatangi warga .Bila tertarik mengunjungi kuil silahkan datang  ke yadana man aung  paya.tak  jauh dari pasar mingalir

Arsitektur khas berbeda dengan kuil dibelahan lain di negeri  ini . Puncak stupa memiliki pola bertingkat yang unik . Bentuk ini dipengaruhi kultur shan , salah satu etnis yang mendiami wilayah timur Negara itu.

Danau inle

Saya mengelilingi hunia yang diperuntukkkan bagi 5000 jiwa ini beberapa rujukan menyebut ,kota belum lama bertrasnformasi menjadi desa wisata. Sebab ada queat house restoran dwirasa. Operator perjalanan , took souverner kecil, hingga penyewaan kendaraan . Nyaung shwe menjadi kota yang akan dilewati turis , sebelum tiba di danau inle destinasi wisata ungula Myanmar akses menuju danau seluas 116 kilometer persegi itu dapat dijangkau lewat dermaga di sisi barat kampung

Sepeda sebagai moda transportasi

Berkeliling kampung yang hanya memiliki satu jalan utama dan beberapa jalan kecil parallel, memang menggoda . sebuah sepeda mini saya sewa. Sepeda menjadi mode trasnportasi untuk menikmati awal hari. Warga bersemangat hilir mudik menyambut pagi. Anak-anak bersepeda riang menuju sekolah, sementara orang dewasa berangkat menuju lading menumpang motor,sepeda , hingga bergerombol di atas trailer traktor .

Kopi Myanmar

Saya tak ingin melewatkan suasana pagi kota mungil dilembah pegunungan shan ini. Maka saya menghampiri sebuah warung kecil , tak jauh dari penginapan. Secangkir kopi Myanmar menemani saya menahan kantuk sekaligus mengusir dingin, mingalabar sapa bapak tua pemilik kedai. Maknanya sama dengan horas ini pertanda desa tersebut terbuka dean menyenangkan